Herr Friedrich, 47, Vater
Meine Tochter ist 12 und ständig auf TikTok. Sie schläft schlecht und vergleicht sich mit allen. Ein klares Mindestalter von 16 wäre für viele Familien eine Hilfe.
🇮🇩 Lihat terjemahan (Bahasa Indonesia)▼
Pak Friedrich, 47, ayah: Anak saya 12 tahun dan terus-menerus di TikTok. Tidurnya buruk dan ia membandingkan diri dengan semua orang. Batas minimal 16 akan membantu banyak keluarga.
Lara, 15, Schülerin
Mit 13 hatte ich schon Instagram, und es war wichtig, um in Kontakt zu bleiben. Ein höheres Mindestalter würde uns nur in nicht kontrollierte Apps drängen.
🇮🇩 Lihat terjemahan (Bahasa Indonesia)▼
Lara, 15, pelajar: Sejak usia 13 saya sudah punya Instagram, dan itu penting untuk tetap terhubung. Batas usia lebih tinggi hanya akan mendorong kami ke aplikasi yang tidak diawasi.
Frau Linke, 50, Psychologin
Studien zeigen klar negative Folgen für jüngere Jugendliche. Ich plädiere ausdrücklich für ein verbindliches Mindestalter von 16 Jahren.
🇮🇩 Lihat terjemahan (Bahasa Indonesia)▼
Ibu Linke, 50, psikolog: Studi jelas menunjukkan dampak negatif untuk remaja muda. Saya jelas mendukung batas minimal 16 tahun.
Tom, 21, Student
Ich finde 16 zu hoch. Mit 14 ist man kein Kind mehr und kann lernen, verantwortungsvoll mit Apps umzugehen. Wichtiger sind gute Medienkurse in der Schule.
🇮🇩 Lihat terjemahan (Bahasa Indonesia)▼
Tom, 21, mahasiswa: 16 terlalu tinggi. Pada usia 14 sudah bukan anak-anak dan bisa belajar bertanggung jawab. Yang lebih penting adalah pelajaran media yang baik di sekolah.
Frau Berger, 41, Lehrerin
Ich sehe jeden Tag, was Social Media mit meinen Schülerinnen und Schülern macht. Ein Mindestalter von 16 wäre ein klares, sinnvolles Signal.
🇮🇩 Lihat terjemahan (Bahasa Indonesia)▼
Ibu Berger, 41, guru: Setiap hari saya melihat dampak medsos pada siswa. Batas minimal 16 akan menjadi sinyal yang jelas dan masuk akal.