Mias Blog — Wie ich mit dem Laufen angefangen habe
Hallo zusammen,
vor einem halben Jahr konnte ich kaum einen Kilometer ohne Pause laufen. Heute schaffe ich locker fünf Kilometer am Stück. Wie das passiert ist? Ehrlich gesagt nicht durch einen großen Plan, sondern durch viele kleine Schritte.
Am Anfang bin ich nur dreimal pro Woche zwanzig Minuten gelaufen — meistens sehr langsam und mit Gehpausen. Eine Kollegin hatte mir gesagt, ich soll nicht zu schnell starten, weil sonst die Knie wehtun. Sie hatte recht: In den ersten Wochen war ich oft müde, aber meine Knie blieben gesund.
Was mir wirklich geholfen hat, war eine App. Sie sagt mir, wann ich gehen und wann ich laufen soll. Außerdem habe ich mir feste Tage in den Kalender geschrieben: Dienstag, Donnerstag und Sonntag. So muss ich nicht jedes Mal neu entscheiden.
Natürlich gibt es schlechte Tage. Manchmal regnet es oder ich habe einfach keine Lust. An solchen Tagen sage ich mir: nur zehn Minuten. Fast immer laufe ich dann doch länger.
Mein Ziel für nächstes Jahr ist ein 10-Kilometer-Lauf in meiner Stadt. Ich denke, das schaffe ich — wenn ich weiter geduldig bleibe.
Liebe Grüße,
Mia
🇮🇩 Lihat terjemahan (Bahasa Indonesia)▼
Halo semuanya,
setengah tahun lalu aku hampir tidak bisa berlari satu kilometer tanpa berhenti. Sekarang aku bisa lari 5 km tanpa henti dengan santai. Bagaimana caranya? Sejujurnya bukan karena rencana besar, melainkan banyak langkah kecil.
Di awal aku hanya lari tiga kali seminggu, masing-masing 20 menit — biasanya sangat pelan dan dengan jeda jalan. Seorang rekan kerja menyarankan agar aku jangan memulai terlalu cepat, supaya lututku tidak sakit. Dia benar: di minggu-minggu pertama aku sering lelah, tapi lututku tetap sehat.
Yang sangat membantuku adalah sebuah aplikasi. Aplikasi itu memberitahu kapan harus jalan dan kapan harus lari. Aku juga menulis hari tetap di kalender: Selasa, Kamis, dan Minggu. Jadi aku tidak perlu memutuskan setiap kali lagi.
Tentu saja ada hari buruk. Kadang hujan atau aku memang tidak bersemangat. Pada hari seperti itu aku berkata: cukup 10 menit. Hampir selalu aku tetap berlari lebih lama.
Tujuanku tahun depan adalah lari 10 km di kotaku. Kupikir aku bisa — kalau aku tetap sabar.
Salam hangat,
Mia